Engkau Yang Maha Adil
Tuhaaaaaaaaan,,,
Cabutlah rasa cinta dari hatiku
AnugerahMu ini kini perlahan membunuhku
Tuhan,,,
Ratapan seperti apalagi yang harus hamba teriakkan
Sehingga Engkau berkenan mengabulkan
Pun sungguh ku menangis kini
Sesaklah pula dada ini
Wahai Engkau yang Maha Adil
Kukagumi engkau merangkai ceritaku
Dan untukmu ukhtiku
Apa yang sebenarnya engkau cari?
Senyuman yang Hilang
Sepertinya aku telah sekali lagi merenggut senyum itu dari wajahmu
Aku tak bisa menjaga keceriaan hatimu bahkan dengan kejamnya aku limpahkan kecewamu
Kata maaf mungkin tak akan bisa menawarkan luka hatimu
Dan perasaan bersalahku pun sepertinya tak bisa mengembalikan tawamu
Tuhan, aku hanya ingin melihatnya bahagia
Berikan senyum ceria dan tawa di wajahnya
Dengan atau tanpaku bersamanya
// Untuk mahadewiku yang kecewa
Heart | Comments (3)Bidadari yang dulu pernah kuminta
Lama ku menatap hampa berharap kan kulihat dirimu sekali lagi hari ini
Membiarkan anganku berlari mengejarmu yang menjauh sungguh menyakiti
Tunjukkan padaku kemana lagi harus kularikan kaki-kaki ringkih ini
Ataukah ku harus berhenti dan membenamkan tubuhku dalam lumpur kerinduan akanmu disini?
Penantian mengaburkan serpihan asa yang hingga sedetik lalu masih coba ku rangkai
menjadi sosok bidadari…
Dirimu…
Ya Rabb, mana bidadari yang dulu pernah kuminta?
Dengan setengah berbisik, ku rintihkan lukaku kepada Sang Penguasa Cinta
Aku termangu disini
Menyimpan harapan seseorang kan datang dengan sayapnya
Mengulurkan senyuman penuh sayang dan cinta
Biarkan aku menjadi bidadari dihatimu, katamu
Aku yang tertunduk membisu lantas mendengarmu
Dan sungguh, Tuhan telah mengirimkanmu kepadaku
Untuk menjadi penjawab segala pinta dan tanyaku
Meski tanpa kukatakan
Betapa cinta dalam hatiku kini ku luruhkan padamu
pada bidadari yang kini menari-nari direlung hati
padamu
Ku bahagia
Dan bahagiaku adalah karenamu…
Ya Rabb, mana bidadari yang dulu pernah kuminta?
Dengan setengah berbisik, ku rintihkan lukaku kepada Sang Penguasa Cinta
// Teruntuk seorang sahabat yang kini sedang jatuh cinta
Diajeng, Heart | Comments (8)Katakan kau mencintaiku…
Katakan kau mencintaiku
Hanya kalimat itu yang ingin aku dengar darimu
Biarkan membasuh hilang seluruh ragu dan gundahku
Yang hingga akhir hari kemarin masih menyelimutiku
Katakan kau mencintaiku
Maka selesailah sudah semua penantianku
Dan dirimulah menjadi akhir labuhan hatiku
Sungguh ku telah menunggu selama waktu
Katakan kau mencintaiku
Dan kau tak perlu ucap lain kata
Ku cukupkan untuk mendengar itu saja
Sekali dan selamanya
Katakan kau mencintaiku
Itu katamu padaku
Dan aku…??
Aku tetap terdiam
Terselimuti keraguan atas apa yang ingin kukatakan
Ku hanya ingin engkau tahu
bahwa aku…
Aku mencintaimu…
//Aku jatuh cinta padamu setiap hari
Diajeng, Heart | Comment (0)For you
tentu tak sekedar kuberbicara
mengatakan hati dan rasaku
cinta dan lara yang semakin menambah indahnya
ya, sekali lagi ku ucapkan
cinta…
dan lara…
kumiliki cinta yang aku ingin berikan untukmu sepenuh hati dan jiwaku
kumiliki lara yang terhapuskan setiap kali kau tersenyum untukku
kumiliki dirimu dalam anganku…
Kuingin malamku selalu seperti ini
tutuplah matamu mahadewiku,
dan biarkan sang malam menyelimutimu dari kelelahan dan kegundahan hari ini
dengan buaian mimpi-mimpinya
kan kunyanyikan untukmu sebuah lagu
terbawa angin yang berbisik pelan di telingamu
aku akan tetap terjaga,
menjagamu dan memastikanmu tersenyum dalam tidurmu
kan kubiarkan dirimu tertidur dipangkuanku
hingga dapat kurasakan setiap hembusan nafasmu
hingga embun yang membawa pagi menjelang
dan pada saat itu aku bahagia
melebihi kebahagiaan burung-burung yang terbang di angkasa
bahwa ku memulai hariku bersamamu
dengan senyuman
yang setiap saat bisa membunuhku
aku mencintaimu selalu
Heart | Comment (0)aku ingin memanjamu dalam diamku
apa yang harus aku lakukan agar kau merasakan apa yang kurasa
sungguh setiap nafas dalam teriakanku seakan menambah gundahku
aku ingin memilikimu
rasa cinta ini tak membiarkan mataku melihat dirimu tak disisiku
ku ingin selalu memeluk erat dirimu dan memastikanmu selalu ada
sepertinya tak kan cukup waktuku untuk memenuhi inginku memanjamu
aku mencintaimu lebih dari sekedar yang bisa kuteriakkan
aku mencintaimu lebih dari sekedar yang bisa kuperlihatkan
rasa cintaku untukmu ada dalam kebisuan
hingga pada akhirnya terendap dalam lara
ketakberkuasaanku
aku ingin mengatakan aku mencintaimu!
sungguh kalimat ini telah sampai ke tenggorokanku
tapi terhalang oleh ego dan keakuanku
dan terjepit oleh kekhawatiran hatiku
aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu
sungguh andai kau tahu kerinduanku akanmu
yang bercampur dengan kebencian dan keangkuhanku
yang hingga kini, masih dapat ku ingkari
aku mencintaimu, itu saja!
Diajeng | Comments (4)esok
Maafkanlah diriku, yang hingga kini masih berharap dan menunggu
Esok hari, ketika kusambut pagi, ada dirimu bersama mentari
Dan tersenyum,,,
Diajeng | Comment (0)tidak, bukan sekarang!!
Hati ini masih terlalu mudah dibohongi,
oleh mulutku yang begitu lihainya mempermainkan kata
mata ini masih terlalu nakal liat kanan kiri,
mencari-cari sosok yang bahkan aku sendiri tak mampu mengenali
bibir ini masih terlalu sering senyum sana sini,
dan aku berani berkata bahwa aku bisa mencintai?
sungguh munafik aku, bila dengan pongah ku katakan aku mencintaimu,
berani berkorban untukmu, rela memberikan segalanya untukmu,
sungguh terkutuk aku, bila dengan tertawa ku janjikan semua padamu, bahwa pada suatu hari nanti,,,
sungguh, tak mampu kuteruskan lagi, masih terlalu pagi buatku untuk mencintai,
masih terlalu dini untukku katakan aku cinta padamu
mungkin nanti, tunggu lima atau tujuh tahun lagi,
ketika hati ini telah berhasil kutambatkan,
untuk hanya mencintaimu seorang
ketika mata ini telah berhasil kululuhkan,
untuk hanya mengagumimu seorang
ketika bibir ini telah berhasil kujinakkan,
untuk bisa mengatakan, aku mencintaimu,,,
dan selama itu belum kucapai,
biarlah aku hidup dalam kesendirian
dan kau kan kubiarkan meraih asa mu
meski nanti, dengan tak pasti,
ku akan kehilangan cintamu,,,