Scientific Conversation: Interviews on Science

February 28th, 2007

Written by: Claudia Dreifus

Dunia sains yang didominasi oleh bayangan sosok laki-laki dengan tampang amat serius, berkacamata tebal, berjubah putih, dikelilingi tabung dan gelas kimia, dan di belakangnya papan tulis penuh coretan angka dan simbol ‘ra nggenah’ yang tak ada yang tau artinya kecuali si lelaki itu, tampak nya tak selamanya benar. Di dalam buku ini anda akan menemui banyak ilmuwan wanita, yang mendedikasikan sebagian besar dari hidupnya untuk sains. Mereka, para ilmuwan itu, bercerita tentang apa yang mereka lakukan dengan sains, dan apa yang coba mereka raih.
Mulai dari ilmuwan yang tinggal di tengah kota dengan kepadatan penduduknya dengan komputer di mejanya, sampai para petualang sains yang tinggal di hutan belantara Kalimantan, dikupas disini.
Mulai dari yang berurusan dengan partikel atom, sampai dengan urusan dengan para orang utan dan bakteri hingga ke urusan sexualitas pun di ulas disini.
Para ilmuwan itu pun tak semuanya bertampang sangar, dengan rambut awut-awutan, kadang bahkan tingkah laku sehari-hari mereka sungguh lucu. Sebut saja Sir Roger Penrose, Matematikawan asal Inggris, yang mengoleksi mainan. Atau Ira Flatow yang hampir meledakkan kamar mandi ibunya saat berusaha memisahkan klorofil dari daun. Sungguh eksentrik!
Tetapi jangan salah, dari tingkah mereka itulah banyak dihasilkan karya-karya yang mempunyai manfaat yang besar bagi umat manusia. Kapan ya bisa jadi salah satu dari mereka? Doain yak,,,
Oh iya, kalo aku merekomendasikan kalian yang punya ketertarikan terhadap sains untuk membaca buku ini, disamping kalian akan mendapatkan ilmu sains, juga akan mendapatkan sharing pengalaman dari para ilmuwan yang ada dimuka bumi ini. Buku setebal 360 halaman ini dibanderol dengan harga Rp. 10.000 saja, maklum dulu lagi pameran dan diskon gede-gedean. Mahasiswa kan suka banget sama diskon ^_^

INOVASI ATAU MATI

February 28th, 2007

Written by: Gd. Prama

Awal membaca buku ini, anda akan dibawa kedalam suatu peristiwa dimana anda ikut menjadi aktornya. “Rumah Intelektual” begitu Gd. Prama menyebut buku ini, sebuah ‘Crazy Home’. Anda akan membenarkan istilah-istilah ini tanpa harus menyelesaikan buku ini terlebih dahulu. Cukup dengan membaca satu bab, maka anda akan tahu ‘kegilaan’ dari ide-ide yang tertuang didalamnya.Tetapi ide-ide gila yang cemerlang, Gd. Prama mampu berfikir dari arah dimana pemikir-pemikir lainnya tidak terbersit didalam pikiran mereka. Kita akan dibawa kedalam dunia inovasi, kreasi dan imajinasi dengan segala keindahannya.
Ada satu hal yang perlu saya kutip : “Yang bisa ditulis, dikatakan, dan dikomunikasikan selalu lebih sederhana dibandingkan dengan apa yang dilakukan dilapangan”.
Dan kalimat terakhir sekaligus kesimpulan yang diberikan oleh Gede Prama adalah sebagai berikut :

“Anda butuh kesimpulan? Hanya ada satu kesimpulan dalalm buku ini: Kenapa tidak Anda lupakan saja semuanya???”

Benar-benar kegilaan yang cemerlang.

Overlay gagal,,, :(

February 21st, 2007

Aaarrgh, sepertinya FS tidak lagi mengijinkan ada overlay untuk halamannya. Padahal belum sempet ikutan overlay. Page overlay ku baru aja jadi kemaren. Pas udah di generate code nya, trus dipasang, trus dicoba, jadi. Sekali itu aku liat profile ku cantik. Tetapi selang beberapa detik kemudian, server down for maintenance! Tuing tuing,,, sial! Beberapa jam kemudian aku liat lagi dan ternyata kodenya berubah. Udah aku ulang2i dari langkah pertama, tetep aja berubah. Kode overlay yang seharusnya begini : ! Aah, sempet kesel juga sih. Pelit amat ngasih layanannya.

Tapi ga papa, yang penting kan pembelajarannya dalam membuat page overlay tersebut. Dengan begini, aku jadi bisa sedikit lebih ngerti bagaimana proses phising bisa dilakukan. Dengan sedikit logika dan kreatifitas, sapa tau kita bisa memanfaatkan overlay lebih dari ini. Oke, ditunggu tutorialnya. Dan hati-hati juga, didunia maya ada terlalu banyak kepalsuan. Watch out!

Java,,, Java,,, Java,,,

February 17th, 2007

Bukan tentang ‘kromo inggil’, Blangkon, atau sesajen yang lekat dengan budaya orang Jawa. Ini tentang bahasa yang sempat memiliki nama kode Green dan Oak, sebelum akhirnya dikukuhkan nama paten : Java.

Akhir-akhir ini penulis lagi giat-giatnya nguplek-uplek bahasa pemrograman yang satu ini. Kembali mengingat-ingat berbagai fungsi, syntax dan kelas yang dulu sempat dipelajari.  Kata sakti: public static void main (Strings arg []) seakan kembali menarik perhatian. Lebih spesifik lagi, penulis sedang mencoba ngerti database design and manipulation dengan menggunakan Java. Ternyata asyik loh. Make ODBC/JDBC untuk koneksi ke database baik yang memakai Ms. Access maupun mySQL. Wah, sepertinya penulis sedang bersiap-siap untuk membuat satu aplikasi enterprise nih.

Oke, bagi yang sudah mahir Java, ajarin ya! Dan bagi yang masih belajar, belajar bareng yuk!

Menyangkal Realita Baru

February 14th, 2007

Menyangkal Realita Baru

Oleh: Rhenald Kasali

Saya mohon maaf harus absen mengisi kolom ini beberapa kali.
Sejak buku Change beredar, Saya terpaksa harus mempertanggung-
jawabkan pemikiran-pemikiran Saya kepada publik. Banyak kisah
nyata tentang perubahan yang Saya temui dan tentu saja ribuan
curhat dari mereka yang rela dicaci-maki demi perubahan.

Menjadi Change Maker memang tidak mudah. Surat kaleng, SMS palsu,
fitnah, sampai upaya-upaya fisik yang mematikan kerap harus
dihadapi. Kepada kelompok ini, Saya hanya bisa mengatakan, Gandhi
saja yang wajahnya begitu baik dan perilakunya menyejukkan, mereka
bunuh, apalagi Anda yang bukan siapa-siapa.

Persoalan terbesar manusia di era yang berubah ini sebenarnya hanya
satu, yaitu tidak berani menerima realita-realita baru. Sebagian
besar karyawan, eksekutif dan birokrat yang Saya temui masih
terbelenggu pada kisah sukses di masa lalu. Mereka berpikir solusi
yang mereka temukan di masa lalu itulah solusi yang sesungguhnya.

Buktinya ada, yaitu bonus dan kesejahteraan. Makan siang disediakan
dan karyawan bisa bergantian memainkan alat musik. Mengapa kita
tidak pakai cara yang sama untuk mengatasi masalah hari ini?
Seperti menemui jalan buntu, banyak orang yang tiba-tiba mulai
menggunakan kata “Dulu ……” ketika memulai pembicaraannya untuk
mengacu ke masa lalu.

Sinar terang yang menyinari suatu usaha bisa berarti manfaat, tapi
juga bisa menjadi mudharat. IBM contohnya, sukses dengan komputer
mainframe di tahun 70’an membuatnya menyangkal realita baru pasar
PC. Motorola bahkan lebih gawat lagi. Setelah sukses dengan celluler
analog, ia menyangkal kehadiran digital handphone dengan melakukan
investasi-investasi baru pada bidang analog. Xerox juga sempat
terengap-engap saat menyangkal kenyataan munculnya pasar
personal-copier
yang dirilis Minolta, Canon dan Ricoh. Ensiklopedia Britanica juga
menyangkal realita baru membaca buku pintar yang diputar oleh Microsoft
(Encarta).

Di Indonesia sendiri ada ribuan pelaku usaha yang juga menyangkal
realita-realita baru. Teman-teman di perkebunan teh tengah menyangkal
kenyataan bahwa masyarakat dunia sudah mulai minum teh tanpa daun teh
sama sekali. Sekarang ini, pergulatan terbesar justru tengah dihadapi
universitas-universitas negeri. Ada demikian banyak realita-realita
baru yang bermunculan dan mereka terus berdebat dengan menggunakan ukuran-
ukuran lama untuk menilai hari esok. Mereka menggunakan pengalaman-
pengalaman lamanya kala bersekolah yang penuh dengan kesulitan untuk
dibingkaikan pada generasi baru yang bergerak dengan cara yang berbeda.
Padahal kepada mereka, Albert Einstein pernah menyatakan, “the measure
of intelligence is the ability to change” (ukuran kecerdasan Anda
adalah kemampuan Anda untuk berubah, menerima kenyataan baru).

Sulit dibayangkan dewasa ini masih ada banyak orang yang hidup di jaman
kemarin dan dibiarkan terus mengepalai kegiatan untuk membawa
organisasi ke masa lalu, tetapi semua ini juga terjadi karena organisasi dibiarkan
dikuasai oleh kalangan “pedalaman” yang sepanjang hari menghabiskan
waktunya di dalam kantor tanpa berinteraksi dengan dunia luar sama
sekali.

Dalam setiap institusi kita dengan mudah membedakan, mana kalangan
“pedalaman” dan mana yang “pesisir”. Kalangan pesisir selalu
berinteraksi dengan dunia luar, tetapi ia banyak membawa hal-hal baru. Ia lebih
mudah menerima fakta-fakta baru. Sebaliknya kalangan pedalaman cenderung
memelihara tradisi. Seorang usahawan senior membisiki Saya, sekarang ini,
katanya, “tradition is a number one killer!”. Saya pikir ini ada betulnya.

Ide dan kegilaanku,,,

February 13th, 2007

BrainwavePernahkah Anda membayangkan, sebuah dunia tanpa komputer tetapi masih bisa melakukan aktifitas yang sama dengan dunia dengan komputer? Pernahkah anda memimpikan bisa melakukan telepati dengan orang lain? Pernahkah anda memimpikan bisa membuka pintu rumah anda hanya dengan kedipan mata? Mungkin ada yang menganggap ini adalah ide gila, tak berdasar, dan mustahil untuk direalisasikan. Tetapi tunggu dulu, kawan!

Ini semua mungkin tak lama lagi akan menjadi kenyataan, sewaktu saya browsing di dunia maya yang hampir tanpa batas ini, ternyata saya menemukan banyak sekali komunitas yang sedang aktif dengan riset-riset mereka tentang ini. Nama kerennya adalah Brain-Computer Interface. Komunitas ini bertujuan untuk membuat suatu alat [interface] yang bisa menghubungkan antara otak manusia dengan peralatan komputer. Hal ini diawali ketika seorang profesor [lupa namanya] menemukan bahwa kita dapat mendeteksi gelombang otak manusia kedalam grafis yang bisa kita analisa. Nah, setelah penelitian lebih jauh tentang gelombang otak inilah, didapatkan bahwa gelombang otak itu terdiri dari beberapa jenis, alpha, beta, theta, gamma dll. Yang kesemuanya memiliki frekuensi yang berbeda-beda, dan kegunaan yang berbeda-beda pula. Misalkan saja gelombang delta yang memiliki range frekuensi antara 0.5 sampai 4 Hz, maka dalam frekuensi ini kita akan tertidur dengan pulas. Ada lagi gelombang Theta [4 - 8 Hz] yang bila kita dalam keadaan ini, maka kita dalam keadaan setengah sadar, atau sesaat sebelum tidur. Banyak sekali macamnya!

Nah, karena gelombang otak bisa dikatakan merupakan gelombang sinusioidal, yang bisa diubah-ubah karakteristik dan polanya, maka ada ide untuk menggunakan gelombang otak ini untuk mengendalikan komputer! Sehingga, benar kata Deddy Corbuzier bahwa kekuatan pikiran merupakan kekuatan yang luar biasa. Sebagai gambaran, berita terakhir yang saya dengar adalah, penelitian untuk BCI ini diluar negeri sudah sampai pada tahap simulasi dan percobaan langsung kepada manusia. Bahkan, ada beberapa yang sudah bisa memainkan game tetris hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran mereka, dan ingat, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mistis!

Dari sini, coba bayangkan manfaat lainnya, orang lumpuh akan bisa menggerakkan kaki robotnya tanpa harus terlihat tombol dan tuas-tuas penggerak kakinya, karena semua sudah computerized didalam otaknya. Pengguna telepon tak lagi harus menenteng telepon genggam seluler mereka untuk berkomunikasi dengan rekan-rekannya, tetapi hanya dengan memikirkan mereka didalam otak mereka dan mereka akan terhubung secara elektris, bahkan bukan tidak mungkin disertai dengan image atau gambar secara live dengan adanya teknologi pencitraan dengan gelombang otak. Dan, dampak yang mungkin bisa dikatakan guyon atau tidak, adalah bahwa kita tidak perlu susah-susah menghafalkan sesuatu [mata kuliah, misalkan] karena semua sudah tertanam dalam harddrive 500GB sebesar ujung kuku yang telah di implant dibawah kulit dan bisa diakses dengan interaksi otak kita. Semua ensiklopedia dan pengetahuan yang kita perlukan bisa ditanam didalam tubuh kita sendiri.

Akan tetapi, di Indonesia, sangat sedikit sekali komunitas yang berkonsentrasi dalam masalah BCI ini. Dan meskipun ada, perkembangannya sangat lambat. Untuk itu, kita mulai riset tentang ini yuk!

Anda tertarik mengembangkan riset ini? Paling tidak kita bisa merealisasikan EEG [electroenchepalography], atau alat detektor gelombang otak. Kita bisa mengembangkan alat ini lebih lanjut untuk berbagai keperluan medis. Karena saat ini harga satu unit EEG yang dipasarkan adalah $50.000 atau hampir setara dengan setengah milyar!!

Ada yang tertarik? Kirimkan info tentang anda ke saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang subjek ini.

Antara Cinta Sampai Ke Kamar Apartemen, Ada apa dengan keduanya?

January 18th, 2007

Banyak yang bilang kalo aku suka sama ‘dia’. Aku pun sampai beberapa saat yang lalu masih merasakan seperti itu. Tetapi, setelah dipikir-pikir, enggak juga. Ada apa dengan dia sehingga aku merasa seperti itu? Ah, perasaan biasa-biasa aja kok. Nothing special about her! Kalo dulu aku pernah kirim-kirim salam, itu hanya iseng! Sekedar untuk mengundang tawa temen-temenku. Karena, pembahasan tentang ‘dia’ menjadi lelucon yang cukup mengundang gelak tawa temen-temenku. Setiap kali aku cerita tentang dia, setiap kali itu pula temen-temenku tertawa. Doh, memangnya kenapa sih? Apanya yang lucu? Tetapi, ga apa asalkan kalian bisa terus tertawa!
Udah ah, cukup! Bener apa yang ‘dia’ bilang malem itu, ada banyak hal yang lebih penting yang harus aku lakukan daripada terus-terusan merhatiin dia. Lagian, sepertinya dia ga suka kalo diperhatiin kok. Jadi ya, biarkan saja! Trus, aku juga ga mau melanggar prinsip, bahwa seorang cewek harus berkembang dengan sendirinya. Ibarat seekor ikan, ‘dia’ akan tetap bisa berenang tanpa aku sekalipun. Seperti hidup di dua dunia yang berbeda, ‘dia’ ga tau aku ada. Bahkan, menurutku, itu ga penting! Setidaknya sampai sekarang aku masih merasa demikian.
Meski tanpa sadar, ‘dia’ telah menjadi salah satu cewek yang membuat aku merasa gimana gitu, tiap kali ketemu dengan dia. Tetapi sukur, cuma sampe segitu aja, ga lebih. Aku masih bisa bersyukur dengan kesendirianku saat ini. Sendiri seperti ini ternyata cukup menyenangkan. Meski seringkali harus ngerasa agak-agak gimana gitu tiap kali liat temen-temen berdua. Doh, sial! Enggak, aku enggak mau kayak gitu lagi ah. Mending di kamar, ngenet, ngobrol sama temen-temen yang aku sendiri ga tau siapa itu. Yang jelas dia ada diluar sana, sedang mengetikkan kata-katanya untukku. Teman seperti ini, sudah cukup buatku saat ini. Dan aku ga butuh [baca:belum] ‘yang laen-laen’ dulu.
ApartemenWooh, akhirnya setelah sekian lama, aku berhasil membersihkan kamarku. Beberapa waktu yang lalu, kamarku seperti kapal pecah, tetapi sekarang, tetep seperti kapal pecah jugak! Sedikit merubah tata letak kamar dan membersihkannya dari noda dan kotoran, weeek! ‘Ruang Kerja’ku sekarang lesehan, dan meja kerja ku menghadap ke jendela. Buat persiapan karena sebentar lagi bakal ada ‘ijo-ijo’ di depan jendelaku. Doh, jangan berpikir yang tidak-tidak yo! Yang dimaksutkan ijo-ijo disini adalah taneman padi. Sebab ‘apartemen’ku sedemikian mewahnya sehingga ga ada jarak dari apartemen ke sawah. Jadi ya, sambil sekedar menikmati suasana ijo-ijo tadi, juga bisa menikmati ‘iklan-iklan’ yang berlalu lalang, sebab di depan jendelaku juga ada jalannya. Nah, kalian sekarang berpikir yang tidak-tidak tentang iklan-iklan ini,,, bwahahhahahha,,,
Satu hal yang membuatku sulit dalam menata interior ruangan ‘apartemenku’ [<-- ciee, bahasanya] adalah keberadaan buku yang seabrek! Mo taro dimana lagi yak, perasaan dah kayak perpustakaan mini dah kamarku! Bingung mo ditaro dimana lagi. Rencana mo beli rak buku di depan gang, tapi bapak yang punya toko lebih terlihat ‘malak’ dari pada jual. Doh, mahal-mahal coy! Tapi ya sudahlah, emang mo bikin sendiri apa? Eh, iya sekarang Diajengku lebih telanjang! Kalo kemaren masih aku kasih tutup satu sisi dan depan, sekarang bener-bener kebuka! Nah, ini lagi, jangan berpikir ngeres dulu! Kalo yang baca blog ku dari awal pasti ngerti siapa Diajengku. Tapi buat yang ga baca [duh, kesiaan deh lo] ya ini aku jelasin lagi dah, daripada aku kena undang-undang APP! Diajeng ku itu sama dengan komputerku! Yang dimaksut aku telanjangi disini adalah CPUnya aku copot panel-panel luarnya, sehingga keliatan deh ‘jeroannya’. Begitu,,, ^_^
Sudah cukup kayaknya postingan kali ini, ntar kalo aku dah beresin ‘apartemenku’ lagi, aku posting lagi [<-- Wah, kalo gini syaratnya, bisa-bisa taon depan baru ada posting lagi deh,,, Kkwkwkwkkwkwk]

Internet nyala lagi,,,

December 29th, 2006

Hong Kong, Setelah tiga hari, jutaan pengguna internet di seluruh Asia yang kelimpungan karena tidak bisa mengakses internet kini perlahan-lahan dapat kembali mengakses internet.

Aktifitas jaringan Internet yang dianggap sebagai napas hidup bagi sebagian orang, terhenti akibat jaringan kabel bawah laut Taiwan dihantam gempa bumi berskala 7,1 Richter.

”Sekarang semuanya sudah terkendali,” tutur juru bicara PCCW, operator fixed-line terbesar Hong Kong.

Pihaknya menambahkan, meski beberapa situs masih belum bisa diakses, namun semua jalur panggilan dan layanan roaming telah kembali normal, termasuk di Taiwan.

Lima kapal perbaikan telah dikerahkan petinggi di kawasan Cina Selatan untuk memperbaiki enam kabel fiber optik. Kabel tersebut mengatur 90 persen jalur telekomunikasi di kawasan tersebut.

Chunghwa Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Taiwan juga mengerahkan tiga kapal untuk membantu upaya perbaikan tersebut. Demikian dikutip detikINET dari ChannelNewsAsia, Jumat (29/12/2006).

Sumber : detikinet.com

Internet mati=kiamat kecil,,,

December 28th, 2006

Huh, padahal baru beberapa hari ini bisa revived dari terbelenggunya MAC address PC ku dari admin kampus, eh sekarang ada musibah lagi, kabel backbone asia pasifik jebol kena gempa di daerah Taiwan beberapa hari yang lalu. Waaaa,,, Darn, I’m 24 hours onliner, and now I should disconnected [again] from internet and can’t online for a while. What should I do now? Just waiting the backbone repaired or what?! I have no idea for this,,,
O iya, sekarang kok di blog ku ini banyak comment ga jelas dari foreigner gitu yak? Apa udah mulai terkenal? Hmm, bisa aja sih gitu,,, kan promosinya udah mantab sampe ke CNN segala [huehuehue,,,] tapi commentnya pada ga jelas, iklan semua dan bahkan ada beberapa iklan yang teramat sangat ga jelas [!!!]Yah, silakan aja deh ngasih komen, tapi ya tetep entar disortir, mana yang comment beneran dan mana yang cuma iklan.
Hey, dude! If you want to add a comment in my blog, at least give me a real comment, not just leave an advertisement!
Ooo, duniaku cepatlah sembuh dan kembali jadi tempat bermainku,,,
To: The Government of Hong Kong and Taiwan,
I hope you’ll be able to fix the backbone problems ASAP, cos I’m dying here without internet connection!

Kejamistic en Sadistic : A Lifestyle,,,

December 19th, 2006

Aaarrgh, gimana sih caranya jadi orang yang kejam plus sadis? Kok susah sekali ya? Kira-kira ada yang tau ga gimana caranya? Aku lagi pengin jadi orang kejam dan sadis! So, stay away from me.
He he,,,
Ada satu cerita nih, pas tadi waktu kuliah Computer Organization and Architecture (COA)! Dosen ilmu digital emang kebanyakan ‘nyentrik2′ gitu! Nah, sama halnya dosen matakuliah COA ku ini, lumayan nyentrik bin eksentrik. Gini ceritanya : Pas tadi waktu ada kuliah COA, beliau ngajar seperti biasa. Mencoba mengajari kami dengan bagaimana prosesor bekerja, apa saja yang dibutuhkan oleh suatu sistem komputer, task schedulling, pipeline etc, berderinglah hp beliau dengan cukup kerasnya sehingga cukup untuk sejenak mengalihkan perhatian dari mahasiswa semua setelah beberapa saat lalu hening ketika dosen menerangkan. Ternyata, ada sms dari salah seorang rekan beliau, yang menanyakan apakah beliau punya waktu luang hari ini dan bla, bla, bla,,, (banyak isi smsnya!) Nah, karena menurut beliau adalah intinya menanyakan apakah beliau punya waktu luang, maka beliau dengan santainya mengetikkan jawaban yang cukup simpel, TIDAK PUNYA! Wew, tanpa basa-basi langsung aja begh begh begh,,, Tetapi bukan itu inti ceritanya, intinya adalah setelah sms pertama diterima, maka datanglah sms kedua, aku kira sih paling orang yang sama, eh ternyata bukan tetapi salah satu rekannya yang lain yang mengabarkan bahwa ayah dari salah seorang teman dekatnya meninggal dunia. Coba tebak apa reaksi beliau? Hmm, reaksi beliau saat itu adalah cuma bilang : “Haa (singkat), Oo, ya udah lah emang udah tua udah deadline waktunya!”
Tuing-tuing, wew cukup sadis juga! Nah setelah itu beliau bercerita tentang ‘kesadisan2′ lainnya. Bahwa beliau adalah seorang pengajar ilmu logik, yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun bergelut di bidang logika, memaksanya untuk bisa berfikir nol dan satu, “0″ dan “1″. Dan, beliau ternyata mampu melakukan hal itu, berfikir dengan nol dan satu, kalau ga nol ya satu, dan pasti! Wah, ternyata sebegitu besar pengaruh ilmu yang kita miliki atau kita pelajari untuk hidup kita.
Lain lagi dengan dosen elektromagnetika, beliau mengajar dengan santainya, layaknya sebuah sinyal sinusoidal yang berlekuk-lekuk dan kita bermain-main diatasnya, mulus dan licin. Ya, main perosotan di sinyal sinusoidal. Gaya hidup kita pun ternyata dipengaruhi oleh ilmu yang kita pelajari, kita pahami, dan kita aplikasikan. Dosen Rekayasa Protokol juga lain lagi, satu kata : RUWET, seperti halnya protokol jaringan yang begitu ‘ruwet’! Dosen yang mengajar aku untuk Rekayasa Protokol adalah salah seorang dari dua jagoan-jagoan protokol di kampusku. Wah, sadis! Tetapi, yang lebih sadis dari dosen RekProt ini adalah cara beliau mengajar. Datang, nyalain OHP (beliau ga mau memakai Infocus!) pasang transparan slide, beri kesempatan mahasiswa untuk mencatat, dan jelaskan sedikit, lanjut dengan slide berikutnya, begitu seterusnya. Beliau memakai tulisan tangan beliau sendiri, tulisan latin kuno huruf miring bersambung dan berlilit-lilitan. Satu kata : ga jelas! Untuk mencatat materi beliau, kita wajib memilki mata yang jeli, ketahanan fisik dan kesehatan mata untuk dapat mencatat dengan lancar! Sadis, sungguh sadis! Tiap kali aku ikut nyatet, kepalaku jadi pening! Jadi, mending entar minjem catetan temen aja lah!
Well, itu tadi sedikit pengalaman kuliah hari ini. Ga ada yang special, kecuali hujan yang mengguyur kampusku sore tadi,,, Indah!!! Oh, ya tolong doain aku ya, 2 minggu lagi mo ada ujian akhir! Doain lancar, biar bisa ngambil sks lebih banyak, bisa ngambil TA 1 dan bisa segera lulus!! He hehehe,,,

_uacct = “UA-1092645-1″;
urchinTracker();

    Time pass by
    December 2009
    M T W T F S S
    « Dec    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
    Pages