Aku ingin pulang
Aku kangen…
Kepada rumahku, dimana aku bisa selalu sejenak beristirahat setelah lelah menjalani hidup…
Dimana aku bisa selalu sejenak menghilang dari kenyataan yang seakan-akan selalu saja menghimpitku
Dimana selalu ada tawa yang bisa sedikit membuatku terlupa akan lukaku yang menganga…
Kepada ibuku, dimana aku bisa selalu bersimpuh, mengadukan seluruh kesahku…
Dimana aku bisa selalu bermanja, merasakan kehangatan kasih dan sayangnya…
Dimana aku bisa selalu mendapatkan belaian mesra seorang ibu, tanpa banyak kata…
Kepada bapakku, dimana aku bisa selalu belajar tentang kebijaksanaan hidup dan kehidupan…
Dimana aku bisa selalu mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan hidupku…
Dimana aku bisa selalu berkaca dan berkata, “Sudah sehebat diakah aku?”…
Dan kepada adikku, dimana aku selalu ingin melihat tawanya…
Terlalu lama rasanya kutinggalkan mereka
Mereka yang selalu setia menunggu dan membukakan pintu untukku, apapun kondisiku saat pulang…
Selalu memberi senyum untukku dalam setiap kesedihanku…
Aku ingin pulang…
Contemplate | Comments (2)Sajak Izazil Menggugat
Kesedihanmu adalah kebahagiaanku
Karena sungguh kecemerlangan hatimu membuatku ingin membunuhmu!!
Gunakan saja otakmu dan kepongahanmu Jangan hatimu
Pasti kita akan bertemu!!
Sungguh kemapanan dan kebenaran itu membosankan!
Ikuti aku
akan ku tenggelamkan kamu
dalam kelam dan dinginnya lautan kebencian yang memabukkan
Jika tak kamu padamkan lentera hatimu
Aku akan membuatmu melakukannya
Jika kamu padamkan lentera hatimu
Aku akan taburi hatimu
dengan peluh kemaksiatan yang kamu kira kebenaran,,,,
Cinta kebenaran berbuih hanya dimulutmu, tidak hatimu
Mabuk, kamu robek kebenaran dengan kerinduan akan aku
Terkutuklah engkau diseluruh nadimu, seperti aku
Otakmu berkata benar
Hatimu ragu
Jiwamu bergumam bahagia
Ruhmu meregang binasa
Turuti aku
Biar kulipat jiwamu untuk makan malamku
Kau toreh jiwamu dengan api ketololan
Tanpa perlu aku nahkodai
Setiap hembusan nafas, kamu hitam dan kelamkan jiwamu
Kamu bunuh hatimu dengan ibadahku
Engkau sungguh membuatku rindu,
Jika kita nanti bertemu, akan kuzinahi hatimu dibibir neraka,,,
from: quotation in Membuat dan Membasmi Worm-Virus (Tri Amperiyanto, Elexmedia Komputindo)
Contemplate | Comment (1)Lullaby Song : Tak lelo ledhung,,,
Entah apa judulnya – Tak lelo ledung kayaknya,,,
Sebuah lagu yang menggambarkan jalinan antara kasihsayang seorang ibu kepada anaknya,,, Mungkin salah satu diantaranya adalah anda dan ibu anda,,,
Ingatlah ibu anda, bila anda sekarang sudah berada jauh dari ibu anda, sempatkan untuk telfon atau paling tidak memberi kabar untuk beliau, Ibu anda disana merindukan anda,,,
Bila ibu anda sudah tiada, kirimkan kepadanya doa, sebab hanya 3 hal yang akan dibawa mati seorang manusia, salah satunya adalah anda dengan doa anda untuknya,,,
Ini dia liriknya :
tak lelo lelo lelo ledung
cup menenga aja pijer nangis
anakku sing ayu rupane
nek nangis ndak ilang ayune
tak gadang bisa urip mulyo
dadiyo wanito utomo
ngluhurke asmane wong tuwa
dadiyo pendekaring bangsa
wis cup menenga anakku
kae mbulane ndadari
kaya butho nggegilani
lagi nggoleki cah nangis
tak lelo lelo lelo ledung
enggal menenga ya cah ayu
tak emban slendang batik kawung
yen nangis mundak ibu bingung
tak lelo lelo ledung”
//Ibu maafkanlah anakmu,,,
Contemplate, Heart | Comment (0)Doa
Langkahku terhenti
Ah, aku dah stuck disini
Entah berapa lagi yang akan datang
Banyak tak tertampung dan terbuang
Sepertinya kantong masalahku sudah penuh terisi
Ah, menjadi dewasa kok susah sekali
Ya Allah, beri petunjuk-Mu,,,
//Manusia (yang) mencoba menjadi dewasa
Contemplate, Heart | Comment (1)I dissapear
Aku muak! Muak dengan semuanya. Aku akhirnya bisa sejenak menghilang. Ke tempat dimana tak ada yang mengenalku. Aku mengasingkan diri. Sebab disini, aku muak!
“Aku ingin minggat
hilang sejenak tak terlihat
menghindar manusia-manusia keparat
barisan makhluk-makhluk laknat
anjing biadab keparat dan bangsat!!
meski tahu, percuma ku mengumpat
tak satu pun sudi melihat
benar-benar keparat
dan sekarang, tak satupun ada tahu ku dimana
menghilang dan seakan sirna
tanpa tahu kemana rimbanya
disini menyenangkan
ada hening dan kegelapan
begitu indah menakjubkan
aku tak ingin kembali
ku ingin tetap disini
ku ingin tetap sendiri
ah, sialan!!
umpatku perlahan
ku sudah tak tahan”
//Aku berbeda – Seorang sahabat
_uacct = “diajeng”;
urchinTracker();
New Year, New Page, New Hope, New Life,,,
Alhamdulillah, kita masih bisa menghirup nafas tahun 2007. Entah akan sampai kapan kita masih ‘diijinkan’ untuk tetap menghirupnya. Ah, tanpa terasa pula sebentar lagi akan tepat 21 tahun aku mulai menghirup segarnya udara ini. Terima kasih, Alloh!
Di awal tahun ini, aku sejenak me-flash back peristiwa-peristiwa di satu tahun kebelakang. Dan secara keseluruhan untuk 21 tahun aku hidup. Kawan-kawanku kini sudah mulai menunjukkan kedewasaannya, sedangkan aku? Bagi aku, aku belum sepenuhnya dewasa. Memang, dewasa itu pilihan, dan kalau boleh memilih aku memilih jadi orang dewasa yang punya sisi kekanak-kanakan. Karena, menurutku sisi kekanak-kanakan inilah yang akan membuatku bisa merasakan kebahagiaan, seperti ketika aku benar-benar masih kanak-kanak dulu. Tetapi,,,, Ada sesuatu yang membuatku khawatir. Perasaan cemas dan was-was terkadang menyelimutiku. Tak jarang masih saja bisa menguasaiku. Ah, ingin rasanya langsung membuka lembaran baru, membiarkan lembaran-lembaran bernoda hitam itu karena aku tahu, tak dapat aku menghapusnya. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah tidak membiarkan noda hitam mengotori lembaran-lembaran putih ku yang tersisa.
Tahun baru, Lembaran baru, Harapan baru, Hidup baru,,,
Seperti sebuah mimpi yang menunggu untuk diwujudkan. Aku tak memandang sebuah mimpi tak pernah akan dapat diwujudkan. Aku memandang mimpi sebagai sebuah ide yang menunggu untuk diwujudkan. Manusia dapat terbang pun, berawal dari mimpi! Berjalan melebihi kecepatan suara pun, dulunya hanya mitos yang dapat terjadi hanya di dunia mimpi. Dan sekarang, kita bisa melihat kenyataan yang ada.
Ada yang istimewa di awal tahun ini, tepatnya di akhir tahun (31/12). Aku punya banyak teman baru, R*k*, D**h, Sh*n*a, L*z*, Che’, S*r*, dan ada 2 orang lagi yang belum sempat aku salami, R*n* dan D*s*a. [Maaf, nama disamarkan, karena aku ga yakin beliau-beliau memperbolehkan untuk mempublish nama disini]. Mereka adalah ‘teman-teman seperjuangan’ yang juga berusaha untuk dapat segera ‘melepaskan diri’ dari sekolah yang sama denganku. Well, selamat berjuang temen-temen semua. Ujian sudah didepan mata loh,,, ^_^
Yang lebih istimewa lagi, ada banyak makanan hari ini!! Bayangkan saja, selesai sholat Ied (akhir tahun 2006 ini kan bertepatan dengan hari raya Idul Adha) sudah diundang untuk makan ketupat plus opor ayam bareng. Nyam-nyam,,, Pulang ke kosan, gulai kambing sudah menunggu untuk disantap, wah-wah. Pergi ke kosan temen, sate kambing menunggu bersama ketupat lagi. Ckckckckck! Pulang ke kosan lagi, martabak keju plus pisang plus cokelat plus kacang plus apa lagi aku ga ngerti, pemberian dari temen-temen (yang namanya sudah aku tulis diatas), wuiiih!! Lengkap sudah perut ini terisi.
Terima kasih buat Bu Cucuk atas Opor ayam, Ketupat sama Sate Kambingnya. Terima kasih buat Teh Iin buat ‘apartemen’ yang nyaman ini plus gulai kambing kemaren. Terima kasih buat temen-temenku diatas atas Martabak Keju plus Teh plus N*triS*r* hangat yang belum sempet keminum tadi. Sumpah lupa! Wew,,,
Kejamistic en Sadistic : A Lifestyle,,,
Aaarrgh, gimana sih caranya jadi orang yang kejam plus sadis? Kok susah sekali ya? Kira-kira ada yang tau ga gimana caranya? Aku lagi pengin jadi orang kejam dan sadis! So, stay away from me.
He he,,,
Ada satu cerita nih, pas tadi waktu kuliah Computer Organization and Architecture (COA)! Dosen ilmu digital emang kebanyakan ‘nyentrik2′ gitu! Nah, sama halnya dosen matakuliah COA ku ini, lumayan nyentrik bin eksentrik. Gini ceritanya : Pas tadi waktu ada kuliah COA, beliau ngajar seperti biasa. Mencoba mengajari kami dengan bagaimana prosesor bekerja, apa saja yang dibutuhkan oleh suatu sistem komputer, task schedulling, pipeline etc, berderinglah hp beliau dengan cukup kerasnya sehingga cukup untuk sejenak mengalihkan perhatian dari mahasiswa semua setelah beberapa saat lalu hening ketika dosen menerangkan. Ternyata, ada sms dari salah seorang rekan beliau, yang menanyakan apakah beliau punya waktu luang hari ini dan bla, bla, bla,,, (banyak isi smsnya!) Nah, karena menurut beliau adalah intinya menanyakan apakah beliau punya waktu luang, maka beliau dengan santainya mengetikkan jawaban yang cukup simpel, TIDAK PUNYA! Wew, tanpa basa-basi langsung aja begh begh begh,,, Tetapi bukan itu inti ceritanya, intinya adalah setelah sms pertama diterima, maka datanglah sms kedua, aku kira sih paling orang yang sama, eh ternyata bukan tetapi salah satu rekannya yang lain yang mengabarkan bahwa ayah dari salah seorang teman dekatnya meninggal dunia. Coba tebak apa reaksi beliau? Hmm, reaksi beliau saat itu adalah cuma bilang : “Haa (singkat), Oo, ya udah lah emang udah tua udah deadline waktunya!”
Tuing-tuing, wew cukup sadis juga! Nah setelah itu beliau bercerita tentang ‘kesadisan2′ lainnya. Bahwa beliau adalah seorang pengajar ilmu logik, yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun bergelut di bidang logika, memaksanya untuk bisa berfikir nol dan satu, “0″ dan “1″. Dan, beliau ternyata mampu melakukan hal itu, berfikir dengan nol dan satu, kalau ga nol ya satu, dan pasti! Wah, ternyata sebegitu besar pengaruh ilmu yang kita miliki atau kita pelajari untuk hidup kita.
Lain lagi dengan dosen elektromagnetika, beliau mengajar dengan santainya, layaknya sebuah sinyal sinusoidal yang berlekuk-lekuk dan kita bermain-main diatasnya, mulus dan licin. Ya, main perosotan di sinyal sinusoidal. Gaya hidup kita pun ternyata dipengaruhi oleh ilmu yang kita pelajari, kita pahami, dan kita aplikasikan. Dosen Rekayasa Protokol juga lain lagi, satu kata : RUWET, seperti halnya protokol jaringan yang begitu ‘ruwet’! Dosen yang mengajar aku untuk Rekayasa Protokol adalah salah seorang dari dua jagoan-jagoan protokol di kampusku. Wah, sadis! Tetapi, yang lebih sadis dari dosen RekProt ini adalah cara beliau mengajar. Datang, nyalain OHP (beliau ga mau memakai Infocus!) pasang transparan slide, beri kesempatan mahasiswa untuk mencatat, dan jelaskan sedikit, lanjut dengan slide berikutnya, begitu seterusnya. Beliau memakai tulisan tangan beliau sendiri, tulisan latin kuno huruf miring bersambung dan berlilit-lilitan. Satu kata : ga jelas! Untuk mencatat materi beliau, kita wajib memilki mata yang jeli, ketahanan fisik dan kesehatan mata untuk dapat mencatat dengan lancar! Sadis, sungguh sadis! Tiap kali aku ikut nyatet, kepalaku jadi pening! Jadi, mending entar minjem catetan temen aja lah!
Well, itu tadi sedikit pengalaman kuliah hari ini. Ga ada yang special, kecuali hujan yang mengguyur kampusku sore tadi,,, Indah!!! Oh, ya tolong doain aku ya, 2 minggu lagi mo ada ujian akhir! Doain lancar, biar bisa ngambil sks lebih banyak, bisa ngambil TA 1 dan bisa segera lulus!! He hehehe,,,
_uacct = “UA-1092645-1″;
urchinTracker();
???
Tiga tanda tanya yang menjadi judul blog ini, sepertinya kurang mewakili apa yang aku rasakan saat ini. Tiga tanda tanya diatas, lebih dari sekedar ketidaktahuan atau kebingungan. Aku tersesat! Saat ini aku tak tau harus merasakan apa, harus bahagia ataukah sedih. Semuanya begitu samar sekarang. Mana yang benar dan mana yang salah seolah menjadi satu didepan mataku. Aku tak bisa memisahkan diantaranya keduanya.
Allah, Rabb ku ampuni aku!!! Mungkin perasaan ini laknat Mu atas semua dosa-dosaku. Yang telah lama melupakan dan meninggalkanmu ya Rabbi. Rabb, Engkau telah menciptakan penyesalan dan Engkau letakkan dia diakhir masa hingga dia selalu datang belakangan. Engkau telah menciptakan kekecewaan hingga dia laksana mendung yang menghiasi hati hamba-hambaMu dengan kekalutan. Rabbi, ampuni aku,,,
Rasanya pun air mata tak lagi bisa membasuh semua dosa, dengan apa harus kutebus dosa-dosaku ini? Seperti mimpi yang terus menerus membuaiku dalam alamnya, hingga aku terbangun dan menyadari bahwa ini bukan mimpi. Ini seratus persen kenyataan yang mana harus aku hadapi, atau lari darinya dan menjadi pengecut seumur hidup.
Rabbi, jika memang ini laknat Mu, ampuni aku dengan ini ya Rabb-ku,,,
Rabbi, jika ini ujianMu, berikan aku kekuatan agar dapat kulalui dengan ridho-Mu,,,
Aku telah menyakiti hati banyak orang, orang-orang yang aku cinta dan sayangi. Bunda, Ayah, ampuni anakmu ini. Telah aku iris-iris hati kalian selama ini. Biarpun kualirkan airmata darah dari mata ini, tak bisa ku tebus air susu mu, Bunda. Tak bisa ku gantikan peluhmu, Ayah. 20 tahun lebih aku telah menyusahkan kalian, wahai Bunda dan Ayahku. Dengan berbagai kenakalanku, sungguh aku anak yang durhaka. Ampuni anakmu ini, Bunda dan Ayahku.
Aku tersesat, mana jalan yang penuh cahaya yang dahulu pernah aku lalui? Kenapa sekarang menjadi begitu gelapnya? Allah, tunjukilah aku dengan CahayaMu. Tuntun aku kembali ke JalanMu.
Kini, hanya ribuan permohonan ampun yang bisa aku ucapkan dan berjuta airmata yang bisa aku teteskan. Memohon ampun kepada Yang Maha Pengampun. Memohon kekuatan kepada Yang Maha Perkasa.
Rabbi, ku merindukan Mu….
Trust
Satu Jiwa Satu Hati Satu Cinta
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
(Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahanNya terlimpah padamu wahai saudaraku)
Selalu ada raut wajah yang terbayang di pelupuk mata, ketika ia hendak terpejam.
Selalu ada suara yang terdengar di telinga, saat kesepian beranjak di tengah malam.
Selalu ada rasa yang terpaut di jiwa, kerinduan yang membahana untuk melihat cerahnya wajah dan riangnya tawa mereka
Tetapi …
Terkadang semua itu seolah-olah hendak sirna ..
Ketika diri merasa tangan tak begitu berdaya dan kaki tak begitu kuasa, untuk sekedar menggandeng tangan dan memapah kaki mereka.
Merekalah malaikat-malaikat kecil yang Allah hadirkan dalam hari-hari Ramadhanku di tahun ini.
Sesaat lalu tak ada senyum yang bisa terukir, tak ada wajah yang sanggup tengadah .. yaah .. karena mereka tertimpa musibah
Hari-hari belakangan ini, mereka seringkali bergelayut manja di tangan dan kaki yang rapuh ini.
Begitu banyak cinta di hati yang ingin kusampaikan ke hati mereka.
Tetapi cinta mereka jauh lebih banyak dibanding yang aku kira.
Sayangnya .. Cinta mereka yang berlimpah ruah itu, seringkali kehilangan tempat untuk di tuju, ketika mereka menyadari tak ada pundak yang bisa mereka sandari, dan tak ada tangan yang bisa mereka gelayuti, di saat beberapa waktu aku harus menjauh dari sisi mereka.
Aku memang tak sendiri, aku tahu bahwa aku bersama orang-orang yang memiliki rasa sepertiku, ingin berbagi dalam satu jiwa, satu hati, dan satu cinta, tapi sayangnya .. jumlah kami begitu sedikit tak sebanding dengan cinta yang ingin mereka bagi.
Masih adakah dan masih bolehkah mereka berharap, ada hati-hati yang lain yang ingin berbagi juga dengan mereka, dalam satu jiwa, satu hati dan satu cinta?!?
Wajah-wajah itu selalu ceria menanti saat berbuka puasa meski di dalam sebuah tenda.
Suara-suara itu selalu riang ketika berebut makanan ta’jil meski hanya beberapa potong buah kurma.
Saudaraku …
Seandainya engkau tahu mereka ingin berbagi sejuta cinta yang mereka miliki denganmu ..
Bilakah, engkau masih punya waktu dan ruang di hatimu untuk cinta para malaikat kecil itu ..
Saudaraku …
Mereka akan sealu menunggumu ..
Dan memahat segala cita dan harapan mereka bersamamu ..
Ramadhan terindahku, ada bersama celoteh, gelak tawa, dan canda (bahkan juga tangis mereka)
Haruskah mereka selalu menunggu???? ?