Kenapa harus begini?

May 30th, 2008

Mencintai seseorang bukan suatu hal yang mudah dilakukan, maka itu sebelum kau putuskan untuk mencintai seseorang, pastikan bahwa kau cukup tangguh untuk menjadi orang yang rela melepasnya kelak, demi bahagianya,,,

Sepenggal tulisanku dahulu, yang ternyata , mungkin selamanya, hanya akan tinggal sebagai tulisan. Aku tak kuasa melakukannya!! Sungguh, ketika hati telah terpaut, pastilah memiliki keinginan harus memiliki, melindungi dan mempertahankan. Begitu pula aku yang begitu ingin memilikinya, melindunginya dan mempertahankannya.

Tetapi bagaimana ketika seseorang yang ingin ku miliki, ingin kulindungi, ingin ku pertahankan, seakan meronta-ronta hendak melepaskan diri dari pelukanku? Itu yang aku rasakan saat ini, Di! Sakit rasanya bila harus membayangkan hari-hariku tanpanya. Akan kah aku rindukan hadirnya? Kurindukan senyum dan tawanya? Kurindukan cubitannya? Ya, Di,,, Dia suka banget nyubit aku, terutama disini, di lenganku ini. Sakit rasanya, bahkan ada yang sampai membiru, tapi aku tahan. Bila aku harus melepasnya, bagaimana akan kulalui hariku tanpa semua itu Di? Tanpa hadirnya, tanpa senyum dan tawanya, juga tanpa cubitannya. Ah, tak bisa ku bayangkan, Di… Terlalu menyakitkan bila itu semua jadi kenyataan…

Di, pun begitu, sepertinya aku tak punya kekuatan untuk bisa menahannya disisiku. Aku pasrah. Begitu banyak rahasia, Di. Rahasia yang enggan dia ceritakan padaku. Rahasia hatinya. Aku tahu Di, sebagian hatinya masih hilang. Sebagian cintanya masih tertahan. Aku bisa merasakannya…
Dengan caranya melihatku, caranya memperlakukanku dan semua yang dia lakukan terhadapku. Ini menyakitkan, Di! Menyakitkan!! Menyakitkan ketika tahu bahwa orang yang aku cintai sepenuh hati merahasiakan sesuatu dari ku. Aku tahu maksudnya, agar aku tidak merasa sakit hati. Dia pikir lebih baik menyembunyikan kenyataan dariku.

Di, tahukah rasanya ketika ada orang yang berhasil membuatmu jatuh cinta, memanjamu dengan sayangnya, akan tetapi kemudian kau tahu bahwa sebagian cintanya telah hilang? Kemudian kau tahu bahwa sebagian cintanya bukan untukmu?

Robbi, beri hambamu ini kekuatan. Kekuatan untuk hidup dalam penantian. Penantian sebuah jawaban, yang entah sampai kapan akan berakhir. Beri hambamu ini keikhlasan! Keikhlasan untuk memberikan cinta dan rasa sayang. Cinta dan rasa sayang yang tanpa tuntutan dan menginginkan balasan. Beri hamba kemudahan! Kemudahan untuk bisa mencintai. Mencintai yang tanpa sakit hati. Beri hamba ketabahan. Ketabahan untuk merasakan sayatan-sayatan tajam dihati. Sayatan sebagai arti dari rasa cinta dan sayangku untuknya.

Ternyata mencintai itu sulit, sesulit ketika dirimu harus melepaskannya. Mencintai itu sakit, sesakit ketika kenyataan tak seindah apa yang kita kira. Mencintai itu mudah, hanya menjalaninya yang sulit.

//Bilakah semua ini akan berakhir?

Semua ini tentang hati, tak lebih

May 30th, 2008

Diajeng, ternyata benar ya, everyone have their own past begitupun dia dan aku. Aku dengan masa lalu ku dan dia dengan kenangannya. Tak seharusnya aku terganggu dengan itu. Tetapi, bagaimana tidak?
bahkan hingga kini pun dia masih saja mengingatnya meskipun dia kini bersamaku, aku hanya bisa merasa memilikinya saat dia ada didekatku. Mungkin memang karena begitu sayangnya dia kepada pengisi hatinya sebelum aku. Atau karena sayangnya pada ku tak sekuat yang terdahulu. Hingga dia masih saja mengingatnya.

Diajeng, aku pernah bilang kan? Hati itu terlalu luas untuk diisi dengan dendam, tetapi terlalu sempit untuk diisi dua cinta? Mungkin perlu beberapa waktu lagi sebelum aku menjadi penghuni satu-satunya dihatinya. Sebab hingga saat ini, aku masih merasa punya “tetangga” dihatinya. And yes, it was really annoying!! Bahkan, seringkali, tidak bukan seringkali, tiap kali disinggung masalah itu, pasti langsung jadi sebuah pertengkaran. Apa iya saking masih sayangnya? Apa iya saking dalamnya cintanya dahulu? Apa iya cintaku kalah dengan cintanya yang dulu? Apa iya aku kalah dengan kenangannya? Ah, aku hanya bisa menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu dihatiku. Tanpa ada jawaban pasti. Apa pasal? Setiap kali aku coba menanyakan itu padanya, coba meminta penjelasannya, setiap kali itu pula berakhir dengan tangisan. No explanation at all! Mungkin aku mengingatkan kenangan-kenangan indahnya dulu.Dia bilang agar aku menunggu sampai saat dia siap menjelaskan semuanya. But, I don’t know when.

Diajeng, iya aku marah, iya aku cemburu, iya aku bingung, iya aku ragu,
When he holds you close, when he pulls you near
When he says the words you’ve been needing to hear
I’ll wish I was him ’cause those words are mine
To say to you till the end of time

She said that I’m the one who she likes even when our first meet, she said that I’m the one who she always love all the time, but it seems to be too good to be true. Jika memang aku yang dia suka sejak awal, kenapa dia harus bersamanya? Aku katakan kepadamu, kenangan itu akan selalu ada diantara kita, dan menjadi penyebab pertengkaran kita selama kau tak bisa menghilangkannya dari ingatan dan hatimu! Seakan-akan begitu inginmu kembali kepadanya! Itu yang aku sangka kan kepadamu!!

Diajeng, bagaimana aku harus mempercayai seseorang jika di pertama kali aku bertemu, aku sudah dibohongi? Bagaimana aku harus percaya bila masih sedemikian banyak rahasia?? Bila benar kau tahu, KATAKAN PADAKU CARANYA!!

Diajeng, katakan padanya, aku punya cinta dan sayang yang sedemikian besar untuknya, aku hanya minta satu hal darinya, make me the one and only in her heart, that’s all. Dan selama itu belum bisa dia lakukan, dengan masih sedemikian banyaknya kenangan masa lalunya, sedemikian dalamnya cinta dan sayangnya dimasa lalunya, aku belum bisa percaya dan memberikan seluruh cinta dan sayangku untuknya. You can only get a part of it!

Like I told you before, heart is too wide to be fulfilled with angry and revenge, but its too small to be filled by two love!!

To my beloved : Please don’t take this like I’m angry to you, tidak. Aku tak bisa memarahimu, itu bukan suatu kesalahan, adalah hak mu menyimpan seluruh kenangan-kenangan itu bersamamu, selama hidupmu, aku tak bisa sedikitpun mencegahnya. Itu masalah hatimu, dan aku, tak bisa sedikitpun mengubahnya…
Marahku adalah diamku, sebab aku sudah tak punya suara untuk ku teriakkan, aku sudah tak punya air mata untuk ku teteskan.

Hari ini telah ku

May 8th, 2008

Rabbi, sepertinya engkau masih enggan mengabulkan doaku
dan masih membiarkanku terjebak dalam rasaku sendiri
mengujiku sekali lagi dengan sangka dan cinta

Hari ini, telah kusiapkan semuanya
Ku siapkan hati dan kusiapkan diri
Aku siap seandainya kenyataan berubah sewaktu-waktu
Aku tak akan mati semudah itu!!

//Menunggu hari itu

Aku sakit hati hari ini

May 3rd, 2008

Dulu aku pernah bilang
bahwa aku pernah sekali sakit hati
kuucapkan itu sekali lagi
sekali lagi
dan sekali lagi

Aku juga pernah bilang
bahwa aku tak ingin lagi sakit hati
kuucapkan itu sekali lagi
sekali lagi
dan sekali lagi

Inginkah kau tahu
berapa kali aku sakit hati seperti ini?

//Hari ini, untuk kesekian kalinya, aku benar-benar sakit hati

Engkau Yang Maha Adil

May 2nd, 2008

Tuhaaaaaaaaan,,,
Cabutlah rasa cinta dari hatiku
AnugerahMu ini kini perlahan membunuhku
Tuhan,,,
Ratapan seperti apalagi yang harus hamba teriakkan
Sehingga Engkau berkenan mengabulkan

Pun sungguh ku menangis kini
Sesaklah pula dada ini

Wahai Engkau yang Maha Adil
Kukagumi engkau merangkai ceritaku

Dan untukmu ukhtiku
Apa yang sebenarnya engkau cari?

    Time pass by
    May 2008
    M T W T F S S
    « Mar   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    Pages