Kejamistic en Sadistic : A Lifestyle,,,

December 19th, 2006

Aaarrgh, gimana sih caranya jadi orang yang kejam plus sadis? Kok susah sekali ya? Kira-kira ada yang tau ga gimana caranya? Aku lagi pengin jadi orang kejam dan sadis! So, stay away from me.
He he,,,
Ada satu cerita nih, pas tadi waktu kuliah Computer Organization and Architecture (COA)! Dosen ilmu digital emang kebanyakan ‘nyentrik2′ gitu! Nah, sama halnya dosen matakuliah COA ku ini, lumayan nyentrik bin eksentrik. Gini ceritanya : Pas tadi waktu ada kuliah COA, beliau ngajar seperti biasa. Mencoba mengajari kami dengan bagaimana prosesor bekerja, apa saja yang dibutuhkan oleh suatu sistem komputer, task schedulling, pipeline etc, berderinglah hp beliau dengan cukup kerasnya sehingga cukup untuk sejenak mengalihkan perhatian dari mahasiswa semua setelah beberapa saat lalu hening ketika dosen menerangkan. Ternyata, ada sms dari salah seorang rekan beliau, yang menanyakan apakah beliau punya waktu luang hari ini dan bla, bla, bla,,, (banyak isi smsnya!) Nah, karena menurut beliau adalah intinya menanyakan apakah beliau punya waktu luang, maka beliau dengan santainya mengetikkan jawaban yang cukup simpel, TIDAK PUNYA! Wew, tanpa basa-basi langsung aja begh begh begh,,, Tetapi bukan itu inti ceritanya, intinya adalah setelah sms pertama diterima, maka datanglah sms kedua, aku kira sih paling orang yang sama, eh ternyata bukan tetapi salah satu rekannya yang lain yang mengabarkan bahwa ayah dari salah seorang teman dekatnya meninggal dunia. Coba tebak apa reaksi beliau? Hmm, reaksi beliau saat itu adalah cuma bilang : “Haa (singkat), Oo, ya udah lah emang udah tua udah deadline waktunya!”
Tuing-tuing, wew cukup sadis juga! Nah setelah itu beliau bercerita tentang ‘kesadisan2′ lainnya. Bahwa beliau adalah seorang pengajar ilmu logik, yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun bergelut di bidang logika, memaksanya untuk bisa berfikir nol dan satu, “0″ dan “1″. Dan, beliau ternyata mampu melakukan hal itu, berfikir dengan nol dan satu, kalau ga nol ya satu, dan pasti! Wah, ternyata sebegitu besar pengaruh ilmu yang kita miliki atau kita pelajari untuk hidup kita.
Lain lagi dengan dosen elektromagnetika, beliau mengajar dengan santainya, layaknya sebuah sinyal sinusoidal yang berlekuk-lekuk dan kita bermain-main diatasnya, mulus dan licin. Ya, main perosotan di sinyal sinusoidal. Gaya hidup kita pun ternyata dipengaruhi oleh ilmu yang kita pelajari, kita pahami, dan kita aplikasikan. Dosen Rekayasa Protokol juga lain lagi, satu kata : RUWET, seperti halnya protokol jaringan yang begitu ‘ruwet’! Dosen yang mengajar aku untuk Rekayasa Protokol adalah salah seorang dari dua jagoan-jagoan protokol di kampusku. Wah, sadis! Tetapi, yang lebih sadis dari dosen RekProt ini adalah cara beliau mengajar. Datang, nyalain OHP (beliau ga mau memakai Infocus!) pasang transparan slide, beri kesempatan mahasiswa untuk mencatat, dan jelaskan sedikit, lanjut dengan slide berikutnya, begitu seterusnya. Beliau memakai tulisan tangan beliau sendiri, tulisan latin kuno huruf miring bersambung dan berlilit-lilitan. Satu kata : ga jelas! Untuk mencatat materi beliau, kita wajib memilki mata yang jeli, ketahanan fisik dan kesehatan mata untuk dapat mencatat dengan lancar! Sadis, sungguh sadis! Tiap kali aku ikut nyatet, kepalaku jadi pening! Jadi, mending entar minjem catetan temen aja lah!
Well, itu tadi sedikit pengalaman kuliah hari ini. Ga ada yang special, kecuali hujan yang mengguyur kampusku sore tadi,,, Indah!!! Oh, ya tolong doain aku ya, 2 minggu lagi mo ada ujian akhir! Doain lancar, biar bisa ngambil sks lebih banyak, bisa ngambil TA 1 dan bisa segera lulus!! He hehehe,,,

_uacct = “UA-1092645-1″;
urchinTracker();

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)


Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image